a
HomeKabar PerlawananSepenggal Kisah dari PHK Serentak di Shopee

Sepenggal Kisah dari PHK Serentak di Shopee

Sepenggal Kisah dari PHK Serentak di Shopee

Trimurti.id, Bandung – Kabar bahwa Sea Group akan melakukan pengoptimalan pada anak perusahaannya, beberapa bulan lalu terbukti. Shopee, platform e-commerce yang telah berdiri sejak tahun 2015 kena getahnya.

Operasi e-commerce di sebagaian wilayah Eropa dan Amerika Latin terpaksa ditutup. Tak hanya itu, Shopee juga melakukan PHK besar-besaran di internal perusahaan khususnya pekerja di wilayah operasional. Efisiensi dan menarik kembali minat investor jadi alasan Sea Ltd yang paling banyak terlontar di berita-berita lain.

Getah paling menyakitkan dari peristiwa ini tentu akan dialami para buruh Shopee yang terkena PHK. Trimurti.id menerima cerita dari salah satu mantan buruh Shopee, Sofyan (bukan nama asli) yang membagikan sedikit pengalamannya atas dampak PHK serentak ini.

Sofyan merupakan pekerja tetap di Shopee terhitung sejak Oktober 2017. Dia mengakui mempunyai nasib sedikit lebih baik daripada rekan kerjanya yang lain, khususnya pada tim yang ia pimpin selama bekerja.

Selain dari belum berumah tangga, ia mengerti posisinya sebagai lead dari salah satu tim kreatif pemasaran yang mengelola semua kebutuhan video, foto, dan animator Shopee.

Sofyan sempat gundah menanti titik terang, apalagi orang-orang di tim yang ia pimpin. Akhirnya terjadi juga, Sofyan dan 15 orang di timnya dipecat.

“Karena saya sudah cukup lama bekerja di sini, jadi saya dapet pesangon yang lumayan, jadi saya bisa bertahan sambil bikin rencana,” tukas Sofyan.

Pada tanggal 20 September 2022, pihak perusahaan mengundang para pekerja bertemu secara daring. Kala itu ada pengumuman tentang kemungkinan terjadinya PHK di Shopee, pihak perusahaan akan mengabari lebih lanjut melalui email mengenai siapa yang terdampak dan yang tidak.

Pada hari yang sama, Sofyan dan timnya tidak mendapat pesan elektronik seperti rekan kerja lainnya. Dua hari kemudian, pihak perusahaan mengundangnya untuk datang ke kantor tanpa menjelaskan agendanya. Ternyata ia diperintah untuk mengembalikan seluruh aset kantor.

“Yang saya rasakan, sih, gelap sekali. Benar-benar gak ada penjelasan yang memuaskan,” tanggapan Sofyan terhadap PHK yang menimpanya.

Dua hari setelah itu, Sofyan menjalankan proses gardening leave (praktik merumahkan pekerja dari lingkup perusahaan setelah dipecat tapi masih dalam daftar upah, tujuannya untuk meminimalisir kebocoran data perusahaan jika nanti pekerja melamar ke perusahaan lain/saingan) hingga tanggal 11 Oktober 2022. Kemudian pesangon turun empat hari berikutnya dengan jumlah dan waktu yang telah dijanjikan sebelumnya.

 

Reporter: Rokky Rivandy

Editor: Dachlan Bekti

Bagikan