Categories
Jam Istirahat

Buruh Bedah Empat Buku tentang Perlawanan dan Kondisi Kerja di Berbagai Sektor

Trimurti.id, Jakarta-Lembaga Informasi Perburuhan Sedane (LIPS) menggelar diskusi publik membedah empat buku tentang kondisi kerja dan perlawanan buruh di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta, Kamis (13/2/2026). Diskusi berlangsung selama tiga jam, dari pukul 14.00 hingga 17.00 WIB, dan menghadirkan para penulis serta sejumlah penanggap dari kalangan akademisi dan aktivis perburuhan.

Acara dibuka dengan pembacaan puisi oleh Ida Farida, anggota Serikat Pengemudi Angkutan Roda Dua (Serdadu), yang juga menjadi salah satu dari sembilan penulis buku Menunggu dan Matinya Waktu Luang: Cerita Perlawanan Pengemudi Ojek Online di Tiga Kota. Buku ini merupakan edisi keempat serial Buruh Menuliskan Perlawanan yang merekam keseharian dan kondisi pengemudi ojek online di tengah ketidakpastian kerja dalam ekonomi gig.

Kokom Komalawati, salah satu pendamping proses penulisan buku tersebut, mengungkapkan tantangan yang dihadapi dalam proses produksi buku ini. “Ojol sulit sekali mencari waktu luang untuk mulai menulis. Berbeda dengan buruh-buruh pabrik yang punya jam pulang ke rumah,” kata Kokom. Ia menambahkan bahwa perbedaan karakteristik kerja itu membuat proses penulisan menjadi lumayan pelik.

Buku kedua yang dibedah adalah novel Lembah Parau: Novel Tentang Perjuangan Buruh Tambang Batubara karya Mohamad Irfan, terbitan Filosofis Indonesia Press. Novel ini menghadirkan potret kehidupan buruh tambang batu bara melalui pendekatan sastra, memadukan kisah seorang mahasiswa yang melakukan riset di tambang batu bara hingga akhirnya merasakan sendiri menjadi pekerja di Lembah Parau. Alur cerita dibangun melalui konflik antartokoh, renungan kemanusiaan, dan balutan romansa, sekaligus merekam dinamika perlawanan serikat buruh.

Buku ketiga, Pesawat Anda Delay: Studi Awal Pemetaan Kondisi Kerja, Hubungan Kerja dan Pengupahan di Bandara Soekarno-Hatta, merupakan hasil kerja sama LIPS dengan Federasi Serikat Pekerja Bandara Indonesia (FSPBI). Buku ini memetakan persoalan hubungan kerja dan sistem pengupahan pekerja di salah satu bandara tersibuk di Indonesia.

Angga Saputra dari tim riset menyatakan bahwa buku tersebut ditulis oleh para buruh Bandara Soekarno-Hatta sendiri. “Hasilnya menjelaskan sekaligus meruntuhkan anggapan bahwa kerja di bandara itu enak,” ujarnya.

Buku keempat yang dibahas adalah Transisi Energi: Privatisasi Listrik, Ketidakadilan, dan Perlawanan Serikat Pekerja karya Khamid Istakhori, diterbitkan oleh YLBHI. Buku ini mengulas dinamika transisi energi dan dampaknya terhadap pekerja sektor kelistrikan, termasuk respons serikat buruh terhadap privatisasi.

Khamid mempersembahkan bukunya kepada mendiang Fauzi Abdullah, Bambang Hari, dan Munir Said Thalib. Ia juga menyebut bahwa pilihan kosakata dalam buku tersebut disengaja menyesuaikan dengan istilah yang digunakan kalangan pekerja sektor energi listrik, yang kerap enggan disebut sebagai “buruh.”

Sejumlah penanggap turut memberikan pandangan dalam diskusi tersebut, di antaranya Fahmi Panimbang dari LIPS, Hariati Sinaga, Ratna Saptari, Daniel Winarta, dan Herman Susanto. Setelah sesi tanggapan, diskusi dilanjutkan dengan tanya jawab yang diikuti tiga penanya dari peserta.

 

Reporter: Elijah Warobay

Foto: Yoko Yonata

Editor: Ilyas Gautama

Melanjutkan semangat Trimurti
 
Di era kolonial, S.K. Trimurti berani menulis meski risikonya penjara. Kini, kami melanjutkan tradisi itu—memberitakan yang benar, meski tidak populer.
 
Trimurti.id adalah media nirlaba. Tidak ada pemilik konglomerat. Tidak ada agenda tersembunyi. Hanya semangat untuk Baca, Sebar, dan Lawan.
Jadilah bagian dari sejarah ini.
Klik link di bawah untuk mendukung Trimurti