Trimurti.id – Tahun 2024 merupakan tahun politik yang penuh tragedi, mulai dari dugaan kecurangan pemilu, hingga sistem konstitusional yang diretas begitu saja. Situasi ini membuat posisi perempuan menjadi makin riskan.
Perempuan-perempuan harus segera mencari inovasi bagi gerakan serta mengevaluasi gerakan yang masih terasa sekali maskulinitasnya.
Gerakan pada umumnya membicarakan isu-isu nasional dengan lantang, namun diam saja ketika isu perempuan dilempar ke forum. Padahal isu perempuan adalah isu bersama yang perlu diketahui masyarakat luas. Isu perempuan bukanlah isu terbelakang, melainkan isu yang harus menjadi prioritas.
Nilai-nilai hak asasi manusia yang mencerminkan keberpihakan pada perempuan perlu dikumandangkan di negeri ini. Sebab, dialog feminis masih tabu di masyarakat. Gerakan feminis masih dianggap meniru gerakan di barat. Padahal nilai hak asasi manusia yang bernilai feminis banyak terlihat pula dalam budaya Indonesia.
Di Indonesia, pengorganisiran gerakan perempuan yang feminis–maupun sebagai sebuah bentuk produksi pengetahuan–merupakan sebuah tantangan. Namun, isu perempuan di Indonesia harus diketahui seluruh lapisan masyarakat sebagai dasar pengetahuan mengenai ketidakadilan perempuan. Maka, perlu bagi perempuan untuk turun ke jalan menyuarakan hak asasinya sebagai manusia utuh.
Di dalam isu perempuan, ada tiga pilar yang diperjuangkan bersama, yaitu inklusivitas, diversitas dan kerja-kerja gerakan yang bersifat merawat.
Inklusivitas berarti memahami perbedaan serta sudut pandang individu dari berbagai latar belakang. Berdiskusi dengan bagasi pengetahuan inklusivitas dapat memudahkan gerakan untuk memahami berbagai perbedaan ide.
Diversitas mampu membuat semua orang menyampaikan ide tanpa takut dihakimi. Ragam jenis manusia dengan berbagai pendapat dan ide–dari kelompok maupun individu–akan senantiasa menguatkan gerakan perempuan.
Kerja gerakan yang merawat merupakan cara gerakan perempuan untuk tersambung dengan semua hal. Hal ini dapat membantu perempuan-perempuan di belahan dunia manapun untuk satu suara menyuarakan ketidakadilan yang sistemik akibat sistem patriarki.
“Aku ikut gerakan perempuan karena ingin menyuarakan suara batinku tentang ketidakadilan yang dialami perempuan”, kata Yolanda, salah satu peserta aksi International Women’s Day.
“Aku menyuarakan gerakan perempuan karena isu Lgbt bisa diterima dalam gerakan perempuan secara inklusif”, kata Devi, salah satu peserta aksi.
Kemudian ketika turun ke jalan, mereka kompak satu barisan, menyanyikan suara perempuan dengan gembira dan saling bergandeng tangan untuk menguatkan simpul perempuan. Turun ke jalan juga bisa membuat sesama perempuan menjadi simpati atas apa yang terjadi pada perempuan lainnya, memahami batin sesama perempuan secara halus dan semakin mengerti bahwa patriarki masih berlumuran di negara ini.
Perempuan menjadi penting dan menarik untuk hadir dalam skema gerakan.
Bagaimana cara merawat partisipasi perempuan dalam gerakan?
- Izinkan mereka menyampaikan ide mereka. Biarkan mereka membicarakan itu dengan bahasa pengalaman serta tinta putih yang tidak membatasi.
- Jangan menganggap isu perempuan sebagai isu pelengkap.
- Jangan sela perempuan ketika mereka berbicara di podium maupun forum, serta berilah mereka ruang.
- Ruang milik sendiri bagi perempuan merupakan bagaimana membicarakan isu privat ke ranah publik. Dalam hal ini, kesadaran feminis menjadi penting. Selain itu, teman-teman gerakan pun dapat memahami bahwa gerakan perempuan masih terancam oleh sistem patriarki.
- Perempuan memiliki ide dan inovasi yang bisa dibicarakan, namun komunikasi gerakan yang feminis perlu dirawat dan dipraktikkan agar teman-teman lintas gerakan dapat mengerti maksud dari ide perjuangan gerakan perempuan.
- Aksi di jalan tentu saja akan sangat berbeda dirasakan perempuan. Misal, saat perempuan butuh kenyamanan dari asap rokok, juga saat perempuan menghadapi menstruasi. Maka, perangkat gerakan wajib mengerti persoalan dasar perempuan, bahwa asap rokok bisa mengganggu perempuan yang mengikuti aksi turun ke jalan. Penyediaan pembalut kain dari tim medis gerakan pun penting untuk membantu perempuan dapat leluasa bergerak dalam menyuarakan aspirasinya.
- Berikan perempuan kesempatan memimpin, mulai dari koordinator lapangan, koordinator umum. Libatkan perempuan dalam berbagai peran.
Cara-cara tersebut akan membuat gerakan perempuan terjaga. Hal ini pun akan efektif meluaskan isu perempuan sekaligus melibatkan perempuan secara masif. Keterlibatan perempuan atas kesadaran diri dan kesadaran kolektif dapat diwujudkan dengan memahami perbedaan. Keterlibatan perempuan berfungsi mengingatkan sekaligus aktif untuk menjadikan isu perempuan sebagai isu prioritas.
Masih banyak cara pelibatan perempuan yang belum tertulis di atas, karena pengetahuan perempuan berkembang serta makin banyak pula isu tentang ketidakadilan sistemik perempuan yang perlu diketahui teman-teman perempuan dan semua gerakan masyarakat.
Untuk itu, mari merawat gerakan perempuan secara sadar dan gembira dengan aksi terbaikmu.
Penulis: Jessica Ayudya Lesmana
Editor: Nana Miranda

