Raksasa produsen pesawat Boeing asal Amerika diambang kehancuran. Sebanyak 3.200 buruh mereka di Missouri dan Illinois menggalang mogok kerja sejak 4 Agustus 2025.
Pemogokan ini dipicu oleh kenaikan 20% upah yang tak berarti apa-apa selama 4 tahun. Hal itu menyebabkan buruh harus bekerja 70-80 jam seminggu untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Ketidakadilan upah juga menjadi penyebab pemogokan ini makin solid di 3 pabrik mereka di St. Louis. Pasalnya, buruh yang baru masuk mendapat upah jauh lebih rendah dibandingkan buruh yang sudah lama untuk pekerjaan yang sama.
Pemogokan ini telah berhasil menghentikan perakitan pesawat tempur F-15 Eagle, F/A-18 Super Hornet, hingga jet tempur siluman F-47. Tak hanya itu, produksi komponen pesawat komersial 777X pun ikut berhenti.
Di tahun 2025 ini para buruh secara mandiri telah mampu menggalang pemogokan dan menuntut pabrik. Sebelumnya, 2014, para buruh merasa telah dikhianati oleh serikat buruh IAM Local 837 yang berbuntut hilangnya uang pension dan upah yang tak kunjung naik.
View this post on Instagram
Teks: Dedi Muis
Editor Video: Dedi Muis

