Trimurti.id—Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “nyinyir” memiliki makna “mengulang-ulang perintah atau permintaan; nyenyeh; cerewet”. Dalam arena perdebatan politik dan gerakan sosial, watak nyinyir ini mewujud pada diri seorang pengamat yang gagal melakukan pembacaan dialektis terhadap realitas yang terus berubah dan, sebagai gantinya, hanya bisa mengomeli keadaan dengan terus-menerus mendiktekan instruksi organisasional yang itu-itu saja. […]

