Categories
Jam Istirahat

Lokakarya di Kampung Susun Akuarium: Perempuan Kampung Kota dan Kekerasan Berbasis Gender

Trimurti.id, Jakarta – Sebanyak 25 perempuan dari lingkungan rakyat miskin kota mengikuti lokakarya pengenalan dan pemahaman kekerasan berbasis gender (KBG) di Kampung Susun Akuarium, Jakarta Utara, Minggu, 18 Oktober 2026. Lokakarya tersebut membahas kerentanan yang dihadapi perempuan kampung kota terhadap KBG, termasuk kekerasan seksual (KS), serta hambatan yang membuat korban sulit melapor.

Dalam siaran pers yang diterima Trimurti.id, kegiatan ini diselenggarakan oleh Program Studi Kajian Gender, Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan, Universitas Indonesia, bekerja sama dengan Jaringan Rakyat Miskin Kota dan Urban Poor Consortium. Seluruh peserta berasal dari Jaringan Rakyat Miskin Kota.

Hariati Sinaga dari Program Studi Kajian Gender Universitas Indonesia menekankan bahwa konteks kampung kota menghadirkan kerentanan tersendiri bagi perempuan dalam mengalami KBG. Kampung kota menjadi tempat tinggal sebagian besar masyarakat marjinal perkotaan. Karakteristik fisik serta sosialnya menciptakan kerentanan yang berbeda dari konteks pedesaan maupun perkotaan formal.

Salah satu peserta mengungkapkan bahwa korban enggan atau sulit melapor karena justru disalahkan oleh petugas. Peserta lain menyoroti pendamping korban yang terkadang mendapat ancaman karena perannya.

Kekerasan Seksual Jadi Fokus Sesi Kedua

Sesi kedua lokakarya secara khusus membahas berbagai bentuk kasus KS dan cara menanganinya. Seorang peserta menanyakan barang bukti apa saja yang perlu disiapkan jika kasus KS dilaporkan. Peserta lain menceritakan kasus KS yang dialami anak, ketika anak dan keluarga yang melapor malah disalahkan.

Narasumber dari Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan, biasa disebut LBH APIK, Sarah Lestari, menegaskan bahwa masyarakat harus berpihak pada korban dengan menempatkan diri sebagai orang yang mengalami kekerasan tersebut. Menurut Sarah, sikap itu berarti menunjukkan empati kepada korban dan mempercayai bahwa pengalaman korban valid.

KBG sebagai salah satu pelanggaran hak asasi manusia yang paling meluas dan paling sedikit dilaporkan di dunia, sebut siaran pers tersebut. KBG mencakup kekerasan fisik, seksual, psikologis, dan ekonomi, yang dilakukan terhadap seseorang karena gendernya, dengan dampak yang tidak proporsional terhadap perempuan, anak perempuan, dan kelompok rentan lainnya.

Lokakarya ini mendapat antusiasme dari para peserta dan menjadi langkah awal untuk mulai membicarakan hal-hal yang jarang dibicarakan, dalam hal ini KBG dan KS, di lingkungan jaringan rakyat miskin kota.

 

 

Reporter: Abdul Harahap

Editor: Dachlan Bekti

Melanjutkan semangat Trimurti
 
Di era kolonial, S.K. Trimurti berani menulis meski risikonya penjara. Kini, kami melanjutkan tradisi itu—memberitakan yang benar, meski tidak populer.
 
Trimurti.id adalah media nirlaba. Tidak ada pemilik konglomerat. Tidak ada agenda tersembunyi. Hanya semangat untuk Baca, Sebar, dan Lawan.
Jadilah bagian dari sejarah ini.
Klik link di bawah untuk mendukung Trimurti